Nama mangga yang nama latinnya mangifera pasti sudah tidak asing lagi bagi kita, yaitu nama sejenis buah-buahan yang banyak tumbuh di daerah dengan ketinggian 0 – 500 meter di atas permukaan laut. Daerah dengan ketinggian seperti itu denamakan juga daerah dataran rendah dan menengah. Meskipun demikian tidak semua daerah dengan kategori seperti itu mesti cocok dan banyak ditumbuhi pohon mangga. Masih banyak faktor lain tentunya yang mempengaruhi dan mendukung bagi tumbuh kembangnya pohon mangga, diantaranya; iklim, kondisi tanah dan juga angin. Hal ini pula yamg menyebabkan banyaknya jenis mangga yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya.
Managga termasuk buah musiman karena buah mangga hanya dapat dijumpai antara bulan Juli sampai dengan Desember. Panen raya mangga adalah bulan September – Oktober.
Indramayu adalah salah satu daerah yang paling banyak memproduksi mangga dan hampir semua jenis mangga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di daerah ini. Itulah sebabnya kota Indramayu disebut sebagai kota mangga.
Kota mangga bukan semata-mata julukan untuk kota yang menghasilkan buah mangga melainkan Indramayu itu benar-benar kotanya bagi segala macam jenis mangga. Di Indramayu, segala macam jenis pohon mangga ada dan bisa ditemukan dimana-mana, tidak hanya pohon baru atau kebun baru, pohon mangga yang usianya sudah mencapai ratusan tahun pun masih ada. Pohon mangga tidak hanya tumbuh dan ditanam di kebun tetapi bisa dijumpai di semua tempat, di halaman rumah, di pinggir-pinggir jalan, di tepi sawah, di tepi sungai dan di sekitar gedung-gedung sekolah, masjid dan perkantoran di seluruh wilayah Indramayu mesti ada pohon mangga, minimal sebagai perindang dari terik matahari dan hujan karena daunnya yang rimbun sepanjang tahun.
Meskipun semua jenis mangga dapat tumbuh dengan baik, namun hanya jenis mangga yang mempunyai nilai ekonomi tinggi yang dipelihara dan dibudidayakan oleh masyarakat Indramayu diantaranya adalah Cengkir, Gedong, Harumanis, Manalagi, Lali Jiwa, Golek, dan Gajah. Jenis-jenis lain seperti Koweni, Bapang, Beruk, Urang, Dodol, Cara, Bubur, Danas Pari dan Danas Randu sudah jarang ditemui dan hampir musnah karena tidak memiliki nilai ekonomi. Kalaupun ada biasanya dibuat dodol atau manisan (caipo).
Bila musim mangga tiba, banyak penjual mangga di sekitar pinggir jalan raya Lohbener, Widasari, Jatibarang, Pilangsari, Sukalila, Pindangan dan Singaraja. Di dalam kota Indramayu bisa ditemukan di jalan Letjen Suprapto dan jalan Jendral Ahmad Yani. Para pedagang biasanya tidak hanya menjual aneka buah mangga segar sebagai oleh-oleh khas Indramayu juga ada dodol mangga dan manisan mangga serta produk oleh-oleh yang lain sebagai khas Indramayu yaitu kerupuk udang, aneka macam ikan asin dan terasi.
Selain dengan mudah diperoleh dipusat produksi mangga yaitu di kota mangga (Indramayu). Saat ini buah mangga produksi Indramayu juga dapat dengan mudah ditemukan di supermarket-supermarket di kota-kota besar di seluruh Indonesia bahkan diekspor keluar negeri seperti Singapura, Malaysia, Jepang bahkan Saudi Arabia.
(Penulis adalah agen dan distributor Mangga Gedong Gincu Indramayu)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar